Melihat Kelebihan dan Kekurangan Titanium Appcelerator

Melihat Kelebihan dan Kekurangan Titanium Appcelerator. Dengan titanium kita bisa menciptakan aplikasi mobile cross platform dari sebuah source code tunggal sehingga kita bisa membuat aplikasi dengan performa yang mumpuni dan bisa berjalan di berbagai sistem operasi mobile.

Titanium merupakan sebuah produk yang dikeluarkan oleh Appcelerator yang dirancang untuk membuat aplikasi mobile dengan menggunakan JavaScript untuk jenis sistem operasi iOS, Android, dan BlackBerry. Setelah menjelaskan bagaimana cara membuat aplikasi mobile cross platform, kini saya akan berbagi ilmu bagaimana cara menginstall aplikasi Linux yang bernama Titanium Appcelerator.

Kelebihan dan Kekurangan Titanium Appcelerator


Berikut ini adalah Titanium Appcelerator Review dilihat dari segi kelebihan dan kekurangannya.

Keuntungan menggunakan Appcelerator Titanium
Akan lebih baik mengenal kelebihan Appcelerator terlebih dahulu sebelum saya membahas kelemahan mereka.
  1. Waktu pengembangan aplikasi yang sangat cepat. Dibandingkan dengan waktu pengembangan aplikasi di iOS atau Android yang bisa memakan waktu minimal 3-5 hari untuk aplikasi sederhana, dengan Appcelerator Titanium, Anda hanya butuh 1 hari saja. Mungkin bisa kurang.
  2. Mudah dipelajari. Bahasa Javascript tidaklah serumit Objective-C. Anda tidak perlu mengenal apa itu delegation, atau tidak perlu lagi Storyboard atau berkas XIB untuk merancang aplikasi Anda. Semua berbasis kode. Dan memang mudah.
  3. Awal yang bagus untuk lanjut ke pengembangan aplikasi perangkat bergerak sebenarnya. Appcelerator akan menjadi jembatan yang bagus buat Anda untuk beralih ke pengembangan perangkat bergerak yang sebenarnya. Karena Anda akan terpaksa mengenal konsep pengembangan di dunia perangkat bergerak seperti iPhone atau Android. Juga dengan nama-nama kontrol yang ada di aplikasi perangkat bergerak.

Kelemahan Appcelerator Titanium
Dan inilah yang membuat saya beralih ke pengembangan perangkat bergerak sebenarnya seperti XCode. Kelemahan-kelemahan ini saya temukan di dalam proses pengembangan.
  1. Tidak stabil, dan saya pikir tidak akan stabil dalam waktu yang sangat dekat. Beberapa (mungkin lebih tepatnya, sering) kali saya mendapati hal-hal yang kadang tidak ada apa-apa, dan kadang ada sesuatu. Apalagi jika aplikasi Anda menggunakan orientasi yang berubah-ubah dari Portrait ke Landscape atau sebaliknya.
  2. Titanium untuk Android masih punya berjuta masalah. Inilah kekecewaan terbesar saya. Membuat aplikasi Android menggunakan Titanium adalah mimpi buruk. Jangan pernah mencobanya. Masalah demi masalah akan membuat Anda ingin loncat dari jendela kantor.
  3. Masih banyak alasan untuk beralih ke Objective-C (iOS) atau Java (Android). Go Native! Appcelerator mungkin bagus untuk aplikasi-aplikasi kecil. Kalau sudah masuk skala besar, seperti aplikasi untuk klien besar, jangan pernah mencoba menggunakan Appcelerator.
Opini : Didats Triadi

Artikel Terkait

Melihat Kelebihan dan Kekurangan Titanium Appcelerator
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Dapatkan tutorial, theme, icon Linux Mint gratis via email